Nasib Dubes Perancis di Tangan Parlemen, Karena Partai Radikal Mendemo Pakistan

23/04/2021

Partai radikal mendemo Pakistan karena masalah dubes Perancis yang tidak diusir. Oleh karena itu, rakyat Pakistan meminta pertolongan parlemen untuk melakukan hal tersebut. Ada pertentangan dari dua kubu, yaitu kubu partai radikal yang tidak menyukai keberadaan dubes Perancis

Aksi Partai Radikal Mendemo Pakistan

Partai radikal tersebut memang mengancam Pakistan untuk mengusir Dubes Perancis, atau partai tersebut akan melakukan aksi protes. Menurut Menteri Dalam Negeri Pakistan Sheikh Rashid Ahmed, mengatakan bahwa resolusi diplomat tertinggi Perancis akan diajukan, yaitu pada Majelis Nasional sebagai majelis rendah badan legislatif.

Untuk memberi ketenangan agar tidak terjadi partai radikal mendemo Pakistan, maka Pakistan meminta badan legislatiflah yang menentukan nasib Dubes tersebut. Setelah mendengar informasi tersebut, partai-partai radikal yang dilarang Pemerintah Pakistan yaitu Tehreek-i-Labbaik Pakistan (TLP) akhirnya setuju untuk tidak melanjutkan aksi protes tersebut.

Partai Radikal Tidak Menyukai Prancis

Diketahui bahwa partai radikal mendemo Pakistan karena keberadaan dubes Prancis. Dapat disimpulkan bahwa partai radikal atau TLP ini memang tidak menyukai Perancis. Sampai-sampai TLP pun melakukan gerakan kampanye anti Prancis selama berbulan-bulan.

Bagaimana masyarakat Pakistan yang tergabung dalam partai radikal tersebut tidak memendam kemarahan yang begitu besar. Karena, Negara Perancis sudah memperolok agama Pakistan dengan mencetak ulang kartun seorang Nabi Muhammad. Hal tersebut merupakan bagi Pakistan sebagai umat muslim.

Akhirnya kampanye terjadi dan benar-benar membuat kerusuhan hingga memakan korban. Lalu setelah TLP berhasil menyuarakan aksinya di ibukota Pakistan yaitu Islamabad, maka tertangkaplah pimpinan dari TLP tersebut setelah itu.

Banyak sekali pendukung TLP yang bergabung dalam aksi ini. Sehingga, korban yang berjatuhan berasal dari tim kepolisian berjumlah 6 orang meninggal dan 11 orang disandera di masjid TLP sendiri. Korban berjatuhan karena bentroknya tim kepolisian dengan para demonstran.

Masjid TLP digunakan sebagai tempat berkumpulnya demonstran pendukung TLP, semuainformasi ini dijelaskan oleh polisi di kota Lahore yang menangani kasus baku tembak ini. Hal ini terjadi tidak lain hanya ingin mengusir dubes Perancis dari Pakistan.